Kuncinya IKHLAS. Melakukan secara bertahap hingga akhirnya menuai apa yang disebut sebagai pembelajaran hidup. Semesta tak akan diam, dengan bertanya pada personal sudahkah bersyukur? Tetap menganggap sesuatu yg sederhana itu bisa jadi luar biasa. (Firda Alfiani)
Rabu, 22 Agustus 2012
Selasa, 21 Agustus 2012
Binar Mata
Puisi pertama, setelah sekian lama. Terima kasih, untuk saudara baru saya atas paksaan untuk menulis sedikit kegundahan hati tentang dia. Hingga lahir gores puisi ala kadarnya. Hanya untuk kamu. Untuk kamu yang bermata teduh hehe :)
Mata teduh itu mengesankan
Tak perlu aku memberi makna
Hanya dari hati kuungkapkan
Mata ini berbinar seolah retorika
Musim telah berlalu, meghabiskan lembar per lembar sabar
Kasat indera menerawang ke ingatan masa lalu
Membuat hidup jadi indah
Aku hanya ingin engkau untuk sedikit mengingat
Sedikit saja
-Firda Alfiani-
Gingsul
Terima kasih sudah menjadi bagian dari cerita hidup saya. Kamu yang paling ingat dan tahu detail deretan gigi saya. Apa kabarmu hari ini boy?
"Dua pasang gigi kelinci dan sebuah gingsul."
" Itu yang membuat kamu manis dan berkesan." pujimu.
"Dua pasang gigi kelinci dan sebuah gingsul."
" Itu yang membuat kamu manis dan berkesan." pujimu.
Rabu, 01 Agustus 2012
Angka-Angka
Rabu, 25 April 2012
Ku Sembunyikan Rasaku
Lelah hati ini. Mengalah untuk hal yang tak pasti. Aku terlalu takut untuk mengatakannya. Lagi-lagi soal menjaga hati yang lain. Aku bahkan ingin berteriak! Lantang! Jangan biarkan aku jatuh terlalu dalam. Aku lebih memilih bungkam dan membiarkan hati ini lari dan terhapus.
Selasa, 10 April 2012
Jumat, 16 Maret 2012
Enam Belas Maret Dua Ribu Dua Belas (TO LISTEN)
Assalamualaikum
Udah lama g berbagi cerita sama kamu blog. Hahaha.
Tau ngga si? Dulu sempat terlintas dipikiranku, mending curhat sama benda mati daripada benda hidup.
It's mean MANUSIA! Dan belakangan ini, aku baca novel yang judulnya Danur, intinya HANTU juga sama kaya manusia yang ingin didengar, HIHIHI.... Jadi serem -__- (Just Info)
Hmmm, apa si yang terlintas dibenak kalian ketika mendengar kata MENDENGAR?
Yah, tentukan jawabanmu sekarang!
Itu yang belakangan ini menjadi pelajaran berharga dalam hidupku. Dengan berprinsip: Jika kamu ingin sukses, maka sukseskanlah orang lain terlebih dahulu. Salah satunya adalah dengan mendengar.
Mendengar punya artian yang cukup luas. Tidak hanya sebatas telinga. Namun, MATA, HATI, TELINGA.
2012 Masanya GALAU. Datang tak dijemput, pulang tak diantar. Ada GALAU, ada CURCOL.
Ooooohhh Maaaaan!!!!!
Belajar mendengar orang lain bercerita, berbagi informasi, ekspresi perasaan, kebebasan berpendapat, dan sebagainya. Terutama dalam kehidupan kampus, yang notabene saya termasuk di dalamnya. Mahasiswa Baru.
Dengan berbagai tugas kuliah, tutorial, praktikum dan sekali lagi saya selalu ingin mengatakan Ooooooh Maaan!!!
Alhamdulillah saya tidak menganggapnya suatu beban tapi sebuah tanggungjawab.
Oke, saya membahas terlalu bertele dan melebar kemana-mana. Kembali ke MENDENGAR.
Sadarkah kita, ketika orang lain tengah membagi kisahnya. Entah soal urusan cinta, keluarga, tugas kuliah, politik kampus, organisasi, kepanitiaan dan lain sebagainya. Kita seakan merenggut secara paksa kisah mereka. Dengan berganti berkisah mengenai diri kita, kepentingan kita. It's BIG NO NO!
Rasanya sungguh sangat MENYEBALKAN.
Tidakkah kalian tahu, bahwa itu kan merusak suasana. Belajarlah mendengar. Memberi lawan bicara kita kesempatan. Tidakkah indah sahabat, jika kita bisa menjadi pendengar yang baik. Dengan mendengar kita akan lebih peka atau sensitif atau apalah itu? Know's well about SYMPHATY AND EMPHATY :)
Sungguh indah dunia ini, jika semua itu berjalan beriringan.
Allah saja MAHA MENDENGAR, harusnya kita bisa dong. Terlalu angkuhkah kita. Setidaknya sedikit atau sebagian kecil.
Nah, cobalah untuk belajar mendengar. Mendengar kata hati, mendengar kata atau nasihat orang tua, orang-orang yang kita sayangi, sahabat, orang lain yang bahkan kita tidak mengenalnya sedikitpun.
Yang saya tahu: AMAL BAIK ITU DIBAYAR TUNAI. Dan salah satunya saya katakan lagi adalah dengan mendengar :)
YAKUSA! Yakin Usaha Sampai.
Langganan:
Postingan (Atom)



